Nama latin untuk ikan bandeng adalah Chanos chanos, yang diambil dari
sebuah istilah yang berarti “mulut ternganga”, hal ini merujuk pada
kebiasaan ikan ini yang selalu menjelajah dalam air dengan mulut
terbuka. Bandeng adalah satu-satunya spesies dalam keluarga Chanidae,
dan pertama kali diidentifikasi pada tahun 1775 oleh Forsskal off Jedah
di Arab Saudi.
Bandeng adalah jenis ikan yang paling primitif urutan nomor 10 di dunia. Setidaknya ada 120 nama lokal untuk bandeng di seluruh dunia mulai dari “Aifa” di Qatar hingga “Yawar” di Fiji.
Seekor bandeng dengan berat 40 pon akan mencapai umur sekitar 17 tahun. Ikan betina akan bertelur pada malam hari hingga 5 juta telur kemudian menetas dalam waktu sekitar 24 jam. Seekor bandeng jarang ditemukan dalam perairan di bawah kedalaman 13 meter.
Bandeng dapat ditemukan di lebih dari 70 negara di Samudra Hindia dan Pasifik. Dari Laut Merah ke Afrika Selatan, timur ke California hingga Peru, utara hingga ke Jepang dan Selandia Baru. Bandeng merupakan spesies penting di Asia untuk dibudidayakan dengan kapasitas produksi sekitar 350.000 ton setiap tahunnya.
Bandeng adalah jenis ikan yang paling primitif urutan nomor 10 di dunia. Setidaknya ada 120 nama lokal untuk bandeng di seluruh dunia mulai dari “Aifa” di Qatar hingga “Yawar” di Fiji.
Seekor bandeng dengan berat 40 pon akan mencapai umur sekitar 17 tahun. Ikan betina akan bertelur pada malam hari hingga 5 juta telur kemudian menetas dalam waktu sekitar 24 jam. Seekor bandeng jarang ditemukan dalam perairan di bawah kedalaman 13 meter.
Bandeng dapat ditemukan di lebih dari 70 negara di Samudra Hindia dan Pasifik. Dari Laut Merah ke Afrika Selatan, timur ke California hingga Peru, utara hingga ke Jepang dan Selandia Baru. Bandeng merupakan spesies penting di Asia untuk dibudidayakan dengan kapasitas produksi sekitar 350.000 ton setiap tahunnya.
Home